This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 25 Februari 2015

Ulang Tahun

Ulang Tahun

Penggubah: __________
Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia

Panjang umurnya .. panjang umurnya
Panjang umurnya ... serta mulia
Serta mulia ... serta mulia

Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia

Selamat ulang tahun kami ucapkan
Selamat panjang umur kita kan doakan
Selamat sejahtera sehat sentosa
Selamat panjang umur dan bahagia
Selamat panjang umur dan bahagia

Tukang Pos

Tukang Pos

Penggubah: __________
Aku tukang pos rajin sekali
Surat kubawa naik sepeda
siapa saja aku layani
tidak kupilih miskin dan kaya
Kring ... kring ... pos!
Surat Sutini harus kuantar
Untuk Komara mesti kubawa
Ke sana kini roda kuputar
Kabar yang baik orang gembira
Kring ... kring ... kring ... kring ... pos!

Tukang Kayu

Tukang Kayu

Penggubah: __________
Katakan padaku hei tukang kayu
bagaimana caranya
memotong kayu
Lihat, lihat anakku
beginilah caranya
memotong kayu

Topi Saya Bundar

Topi Saya Bundar

Penggubah: __________
Topi saya bundar.
Bundar topi saya.

Kalau tidak bundar,
bukan topi saya!

Tari Topeng

Tari Topeng

Penggubah:__________
Tari topeng bergembira
siapa suka boleh coba
diiringi lagu riang
tepuk tangan sama-sama
tari topeng bergembira

Taman Kanak-Kanak

Taman Kanak-Kanak

Penggubah: __________
Taman yang paling indah
hanya taman kami
Taman yang paling indah
hanya taman kami
Tempat bermain
berteman banyak
itulah taman kami
taman kanak-kanak

Soleram

Soleram

Penggubah: __________
Soleram soleram
Soleram anak yang manis
Anak manis janganlah dicium, sayang,
Kalau dicium merahlah pipinya
Anak manis janganlah dicium, sayang,
Kalau dicium merahlah pipinya
Satu dua tiga dan empat
Lima enam tujuh delapan
Kalau tuan punya kawan baru, sayang,
Kawan lama, dilupakan jangan

Pok Ame-ame

Pok Ame-ame

Penggubah:_______"
Pok ame ame
Belalang kupu kupu
Siang makan nasi
Kalau malam minum susu

Pelangi

Pelangi

Penggubah: __________
Pelangi pelangi
alangkah indahmu
Merah, kuning, hijau
di langit yang biru

Pelukismu Agung, siapa gerangan
Pelangi, pelangi, ciptaan Tuhan!

Nina Bobo

Nina Bobo

Penggubah: __________
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

-> sering ditambahkan:

Tidurlah sayang, adikku manis...
atau
Bobo lah bobo adikku sayang...
Kalau tidak bobo digigit nyamuk
Nina bobo oh nina bobo
Kalau tidak bobo digigit nyamuk

Nenek Moyangku Seorang Pelaut

Nenek Moyangku Seorang Pelaut

nenek moyangku orang pelaut
gemar mengarung luas samudra
menerjang ombak tiada takut
menempuh badai sudah biasa

angin bertiup layar terkembang
ombak berdebur di tepi pantai
pemuda b'rani bangkit sekarang
ke laut kita beramai-ramai

...
belalai gajah panjang
bulu kucingku belang
Tuhan maha penyayang
anak-anak disayang

Naik Kereta Api

Naik Kereta Api

Penggubah: __________
Naik kereta api ... tut ... tut ... tut
Siapa hendak turut
Ke Bandung ... Surabaya
Bolehlah naik dengan percuma
Ayo kawanku lekas naik
Keretaku tak berhenti lama
Lekas kretaku jalan ...tut...tut...tut
Banyak penumpang turut
K'retaku sudah penat
Karena beban terlalu berat
Di sinilah ada stasiun
Penumpang semua turun

Naik Gunung

Naik Gunung

Penggubah: ___ _______
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Naik - naik, ke puncak gunung
tinggi - tinggi sekali
Kiri - kanan kulihat saja
banyak pohon cemara
Kiri - kanan kulihat saja
banyak pohon cemara

Naik Delman

Naik Delman

Penggubah: ______

Pada Hari Minggu kuturut ayah ke kota
naik delma istimewa kududuk di muka
Kududuk samping pak kusir yang sedang bekerja
mengendarai kuda supaya baik jalanya, Hei!
tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk tik tak tik tuk
tuk tik tak tik tuk tik tak suara sepatu kuda

Naik Becak

Naik Becak

Penggubah: __________
saya mau tamasya
berkeliling keliling kota
hendak melihat-lihat keramaian yang ada
saya panggilkan becak
kereta tak berkuda
becak, becak, tolong bawa saya

saya duduk sendiri sambil mengangkat kaki
melihat dengan aksi
ke kanan dan ke kiri
lihat becakku lari
bagai takkan berhenti
becak, becak, jalan hati-hati

Kisah Angkot Setan

Kisah Angkot Setan

Di jalan depan rumah Tono dekat trafic light konon tiap malam Jumat sering ada angkot setan. Suatu ketika Tono ingin membuktikan sendiri kebenaran berita tersebut.
Pas hari Jumat jam 00.00 tono coba sembunyi dekat trafic light. Memang keadaan di situ kalau malam terlihat sangat gelap dan sunyi, mebuat bulu kuduk merinding. Tiba tiba dari arah ujung jalan nampak angkot yang kelihatannya aneh.
Tepat di trafic light tersebut angkot itu berhenti, padahal lampu menyala hijau. Setelahnya turun wanita berbaju merah dari dalam angkot.
Bersamaan dengan itu, tiba-tiba angkot tersebut tancap gas alias ngebut. Tak ayal si wanita tersebut sangat kaget dan hampir terjatuh.
Akhhirnya wanita tersebut maki maki sambil teriak, " DASAR ANGKOT SETAANNN..!!"

Beli Baju di Pasar Tanah Abang

Beli Baju di Pasar Tanah Abang

Ini cerita di Pasar Tanah Abang menjelang hari raya Idul Fitri.
Pembeli: "Bang.. ada baju koko nggak?"
Penjual: "Ooo.. ada, mas. Kebetulan lagi laku.. kan mo lebaran."
Pembeli: "Yang paling murah aja, bang."
Penjual: "Hmm.. kalau paling murah, ini ada.. tinggal satu. Tapi warnanya hitam..."
Pembeli: "Ngga papa.. saya malah suka yang warna hitam. Polos ato bermotif, bang?"
Penjual: "Ada sulamannya.. trus di bagian punggung juga ada gambarnya.."
Pembeli: "Ngga papa.. saya juga suka yang bermotif. Soalnya yang polos udah standar. Emang gambar apa di belakangnya, bang.."
Penjual: "Gambar tengkorak...."
Pembeli: "...??"

Pigi Test Maso Tentara

Pigi Test Maso Tentara

Katong ada pigi tes maso tentara, tapi katong jatoh di tes kasehatan.
Terus katong tanyaa: "Pak Komandan.. Kanapa katong tida luluskah?"
Komandan bilang: "Karna ko pung gigi ompong..!!"
Langsung katong balik tanya: "Saya mau tanya Bapa. Kitorang mo pigi baku tembak ato mo pigi baku gigitkah?!!"

Salah Mengirimkan Email

Salah Mengirimkan Email

Seorang pria sedang berlibur ke Lombok. Istrinya tidak ikut karena ada urusan bisnis di Jakarta dan baru bergabung keesokan harinya. Ketika sampai di hotel, pria itu mengirimkan email kepada istrinya. Karena lupa alamat email istrinya, maka dia mencoba seingatnya.
Sialnya, dia melupakan satu huruf dan e-mail tersebut terkirimkan ke seorang perempuan Aceh yang suaminya baru saja meninggal. Saat wanita yang sedang berduka itu membaca email tersebut, ia berteriak dengan hebat lalu jatuh pingsan.
Keluarganya segera berlari ke dalam ruangan dan melihat isi surat di layar komputer: "Istriku tercinta, aku baru saja sampai. Di sini panas sekali. Segala sesuatu telah disiapkan untuk kedatanganmu besok."

Belajar Korupsi di Sekolah

Belajar Korupsi di Sekolah

Banu adalah anak seorang pejabat negara yang bertugas dalam bidang keuangan. Kebetulan, Banu pun merupakan bendahara di sekolahnya. Suatu hari, ia ketahuan menggunakan uang kelas itu untuk keperluan pribadi. Dipanggillah ia ke ruang guru.

Guru: "Mengapa kau gunakan uang itu untuk kepentinganmu sendiri? Padahal itu kan uang milik temanmu! Apakah kau sedang terdesak?"

Banu: "Tidak, Bu..."

Guru: "Lalu mengapa?" (Banu hanya terdiam) "Cepat katakan! Jika tidak,akan saya laporkan kepada ayahmu!!"

Banu: "Laporin aja, Bu! Toh ayah saya yang mengajarkannya kepada saya."

Monyet Saksi Kecelakaan Mobil

Monyet Saksi Kecelakaan Mobil

Suatu hari ada kecelakaan mobil menabrak pohon yang menewaskan 3 anak pejabat di negri ini, polisi datang untuk olah TKP tapi tak menemukan seorangpun untuk dimintai keterangan.
Tiba tiba ada suara monyet dari dalam mobil yang ringsek itu, dan sang monyetpun berteriak teriak untuk menarik perhatian polisi. Polisi lalu bertanya pada sang monyet:
"Oh jadi kamu tahu kejadiannya?"
"Uu.. aa.. uu.. aa.." kata sang monyet sambil mengangguk angguk.
"Coba ceritakan.." kata polisi. Sang monyet memperagakan orang minum.
"Oh, jadi mereka mabuk.." sang monyet mengangguk.
"Terus apalagi..?" Monyet memperagakan orang merokok.
"Oh mereka menghisap ganja..?" kata polisi. Monyet mengangguk lagi.
Kemudian polisi bertanya serius pada sang monyet, "Lha kamu ngapain di dalam mobil ini..?"
Sang monyetpun lalu bergumam sambil memperagakan tangannya seperti orang sedang menyetir mobil.

Memiliki Tanah Luas di Jakarta

Memiliki Tanah Luas di Jakarta

Alkisah nun jauh di tanah Batak, ada seorang bujang lapuk bernama Bonar yang baru kembali dari perantauannya di Jakarta. Dia memutuskan untuk kembali mudik karena situasi di Jakarta yang serba sulit, dan merencanakan untuk mencari jodoh di kampung  halamannya sendiri.
Ternyata, wanita desa dijaman sekarangpun udah banyak  yang "Matre", nggak ada yang mau sama pengangguran. Kebetulan si Bonar naksir berat sama putri kepala desa di kampungnya yang tentu saja juga keberatan kalau dapat jodoh si Bonar. Namun si Bonar tidak kehilangan akal, dia bilang sama si cewek: "Di sini memang Abang tidak punya apa-apa, tapi coba datang ke Jakarta, Tanah Abang luasnya bukan maen ."
Akhirnya untuk memastikan, ikutlah cewek tadi ke Jakarta dan dibawa si Bonar ke daerah Tanah Abang.
"Nah, coba tanya itu tukang jualan, ini Tanah siapa," dijawab sama sama tukang jualan, "Ya.. Tanah Abang."
Trus ditanya sampai dimana, si tukang jualan trus kasih gambaran betapa luasnya tanah abang itu.
Akhirnya si cewek percaya dan mau kawin sama si Bonar..

Menu Restoran Paling Mahal

Menu Restoran Paling Mahal

Ini adalah sebuah kisah anak tunggal dari seorang duda jutawan yang bernama Ponidi. Suatu hari ayah Ponidi meninggal, ia mendapatkan seluruh warisan, sehingga Ponidilah yang menjadi jutawan.

Kemudian dengan bangga ia mengajak temannya (Paijo) untuk ditratir disebuah restoran ternama.

Pelayan: "Pesan apa pak??"
Ponidi: "Mmmm..., Jo !! Lo pesen apa?"
Paijo: "Gue nurut deeech..."
Ponidi: "Gini aja mas.., Kami pesen menu termahal.."
Pelayan: "Baik Pak.., tapi tinggal 1 porsi pak.."
Ponidi: "Tidak apa-apa, menu termahal buat berdua pasti kenyang."

Selang beberapa waktu kemudian, pelayan membawa unggas panggang yang sangat kecil.

Pelayan: "Silakan pak.."
Ponidi: "Apa-apaan ini??!! Gue pesen yang termahal, kok dikasih burung panggang, kecil lagi."
Pelayan: "Iya Pak. Ini harganya Rp 4.500.000,-"
Ponidi: "Walah, gila kali..."
Pelayan: "Kemarin Burung perkutut ini menang lomba, ditawar 3 juta aja sama bos tidak dikasih..."
Ponidi: "?????@#$%"

Menu Warung Makan Ala Perancis

Menu Warung Makan Ala Perancis

Ada orang yang beranggapan kalau makanan yang kita santap diberi nama Perancis, akan terasa lebih enak. Hal tersebut disebabkan antara lain karena anggapan bahwa semua makanan yang berbau Perancis bermutu tinggi. Perancisisasi juga membuat orang yang akan bersantap mempunyai citra yang kabur tentang apa sebenarnya yang ia mau santap. Misalnya:

Filet mignon (secara harafiah artinya: irisan yang lembut)
Pate de fois gras (liver paste)
Chevalen (daging kuda)
Monsieur de Veau (daging lembu muda, veal)
Escargot d'France (bekicot, keong) dsb.

Si Minah yang warungnya sering dikunjungi turis  (backpackers) Perancis, tidak mau kalah. Dia pasang  menu sebagai berikut:

CHEF'S SPECIAL:
Oucing Pete de Chine (Oseng Pete Cina)
Chateau de Batavie (Soto Betawi)
Saiyour de Lourdes (Sayur Lodeh)
Roujaxe d'Oleque (Rujak Ulek)
Café a la Tobruq (Kopi Tubruk)
Cappuccino de Preangers (Bajigur)
Naxis Geaux rain (Nasi Goreng)(
Manioc de Mer (singkong Rebus)
Vouz vour que tans Noir (Bubur Ketan Item)

And special today:

Loun Tounqe Saiyour (Lontong Sayur)
Hab Max Janoux Lufaz Bayaour = Habis Makan Jangan Lupa Bayar!

Zalmz,
Minah de Lennox

Sumber: http://www.ceritalucu.net/#ixzz3So6enZMZ

Kupu-Kupu

Kupu-Kupu

Kupu-kupu yang lucu
kemana engkau terbang
hilir mudik mencari
bunga-bunga yang kembang
berayun ayun
pada tangkai yang lemah
tidakkah sayapmu
merasa lelah

kupu-kupu yang elok
bolehkah saya serta
mencium bunga-bunga
yang semerbak baunya
sambil bersenda
semua kauhampiri
bolehkah kuturut
bersama pergi

Kunang-Kunang

Kunang-Kunang

Penggubah: A.T Mahmud
(1)
Kunang-kunang, hendak ke mana
Kelap-kelip indah sekali
Gemerlap, bersinar
seperti bintang di malam hari
(2)
Kunang-kunang, terbang ke sini
Ke tempatku singgah dahulu
Kemari, kemari
Hinggaplah di telapak tanganku

Ke Pasar Ikan

Ke Pasar Ikan

Penggubah: __________
Hari Minggu, hari Minggu ke Pasar Ikan
dengan ayah dengan ibu beserta paman
Kulihat ikan di dalam kolam
berbisik-bisik memberi salam

Keranjang Sampah

Keranjang Sampah

Penggubah: _________
Jika kumakan pisang
tidak dengan kulitnya
Kulit kulempar k'ranjang
Keranjang sampah namanya
Keranjang sampah namanya

umiku

umiku

Penggubah:'nufus
Lihat umiku
sangat sangat sayang
mengasihiku,
dan sangat baik
setiap hari
aku kan berdoa
kepada allah,
yang maha kuasa!

Kasih Ibu

Kasih Ibu

Penggubah: __________
Kasih ibu,
kepada beta
tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi,
tak harap kembali,
Bagai sang surya, menyinari dunia

Kapal Api

Kapal Api

Penggubah: __________
Lihatlah sebuah titik jauh di tengah laut,
s'makin lama s'makin jelas
bentuk rupanya
Itulah kapal api yang sedang berlayar,
asapnya yang putih mengepul di udara

Ibu Pertiwi

Ibu Pertiwi

Penggubah:__mama cantik____
kulihat ibu pertiwi
sedang bersusah hati
air mata nya berlinang
mas intanmu terkenang
hutan gunung sawah lautan
simpanan kekayaan
kini ibu sedang susah
merintih dan berdoa
kulihat ibu pertiwi
kami datang berbakti
lihatlah putra-putrimu
menggembirakan ibu
ibu kami tetap cinta
putramu yang setia
menjaga harta pusaka
untuk nusa dan bangsa

Ibu Kita Kartini

Ibu Kita Kartini

Penggubah: WR Supratman
ibu kita Kartini, putri sejati
putri Indonesia, harum namanya
ibu kita Kartini, pendekar bangsa
pendekar kaumnya untuk merdeka
wahai ibu kita Kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya
bagi Indonesia
ibu kita kartini, putri jauhari
putri yang berjasa seindonesia
wahai ibu kita kartini
putri yang mulia
sungguh besar cita-citanya bagi indonesia

Gelang Sipaku Gelang

Gelang Sipaku Gelang

Penggubah: NN
gelang sipaku gelang gelang si ramai ramai
mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama-sama
mari pulang marilah pulang marilah pulang bersama-sama
Sayonara sayonara Sampai berjumpa lagi
Sayonara sayonara Sampai berjumpa lagi
Buat apa susah Buat apa susah Susah itu tak ada gunanya
buat apa susah buat apa susah susah itu tak ada gunanya.

Dua Mata Saya

Dua Mata Saya

Penggubah:__________
dua mata saya
hidung saya satu
dua kaki saya pakai sepatu baru
dua telinga saya yang kiri dan kanan
satu mulut saya tidak berhenti makan

Cicak-cicak di Dinding

Cicak-cicak di Dinding

Penggubah: NN

WWWWW
cicak-cicak di dinding
diam diam merayap
datang seekor nyamuk
hap ... lalu ditangkap

Burung Unta

Burung Unta

Penggubah: __________
Ada sebangsa burung
yang tidak bisa terbang
Tubuhnya sangat jangkung
seperti naik engrang
Panjanglah kakinya
Panjanglah lehernya
Datang dari Afrika
Itulah burung unta

Burung Kutilang

Burung Kutilang

dipucuk pohon cemara
burung kutilang berbunyi
bersiul, siul sepanjang hari
dengan tak jemu jemu
mengangguk angguk sambil berseru
trilili lili lilili

sambil berlompat lompatan
paruhnya slalu terbuka
digeleng gelengkan kepalanya
menentang langit biru
tandanya suka ia berseru
trilili lili lilili

Burung Kakaktua

Burung Kakaktua

Penggubah: "NN"
Burung kakaktua
tera di jendela
nene sudah tua
giginya tinggal dua
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
Trek-dung ... trek-dung ...
Trek-dung tra-la-la
nene sudah tua

Bungaku

Bungaku

Penggubah: __________
Waktu menyingsing fajar
Pagi sunyi senyap
Matahari bersinar
Mengganti malam g'lap
Nampak sekuntum bunga
Di muka rumahku
Kepala Mas Juita
Daunnya beledu
Datang orang berjalan ditoleh ke tepi
Diulurkannya tangan bungaku dipetik
Walaupun hilang sudah, bungaku yang permai
Kuncup yang masih muda kupelihara baik

Bunga Hiasan

Bunga Hiasan

Penggubah: __________
Bunga-bunga di dalam taman
Beraneka warna untuk hiasan
Kupetik bunga untuk kenangan
Untuk ibu dan handai taulan

Bintang Kejora

Bintang Kejora

Penggubah

Kupandang langit penuh bintang bertaburan
Berkelap kelip seumpama intan berlian
Tampak sebuah lebih terang cahayanya
Itulah bintangku Bintang Kejora yang indah s'lalu

Bangun Tidur

Bangun Tidur

Penggubah:Pak Kasur
Bangun tidur kuterus mandi
Tidak lupa menggosok gigi
Habis Mandi kutolong ibu
Membersihkan tempat tidurku
===Bintang Kecil=== Penggubah:Daljono. Bintang kecil, di langit yang tinggi
Amat banyak, menghias angkasa
Aku ingin, terbang dan menari
jauh tinggi ke tempat kau berada

Bangun Pagi

Bangun Pagi

Penggubah: __________
Satu dua, tiga empat
Lima Enam, tujuh delapan
siapa rajin kesekolah
cari ilmu sampai dapat
sungguh senang
amat senang
bangun pagi pagi
sungguh senang

Balonku

Teks=== Balonku === Penggubah:A.T.Mahmud ( Abdulah Totong Mahmud )
Balonku ada lima
Rupa-rupa warnanya
Hijau, kuning, kelabu
Merah muda dan biru
Meletus balon hijau DOR
Hatiku sangat kacau
Balonku tinggal empat
Kupegang erat-erat

Kesayangan

Kesayangan

Penggubah:Pak Dal ( Daljono )
Bila kuingat lelah
ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah
Waktuku kecil hidupku
amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan
Bila ku kecil hidupku amatlah senang senang di pangku di pangku di peluk nya serta di cium di cium di manjakan nama nya ke sayangan ...

LUCU

Persahabatan 2 anak ini sudah cukup lama mereka jalankan, sebut saja Cetar dan Membahana, sekarang mereka duduk di bangku kelas 9, waktu itu adalah pemberitahuan jadwal pelajaran, mereka pun melihat seksama, “pa a” kata cetar dengat tiba-tiba, “apa pe a” membetulkan kata cetar yang salah, “lihat itu guru yang tidak disukai oleh kita mengajar di kelas kita”, Mereka pun pasrah walau sedikit kecewa. Ternyata mereka mendapatkan guru yang tidak disukai oleh mereka sebut saja Pak Botol namanya.
Hari dimana pak botol mengajar di kelas mereka. Cetar dan Membahana mendengarkan penjelasan Pak Botol dengan lesu, malas dan mengantuk, “Tar aku pengen pingsan aja, dari tadi ngomong terus kaya nyamuk” kata Membahana kepada Cetar, “jangan pingsan, nanti gak ada yang mau ngangkat kamu” mengejek Membahan agar tidak bosan.
Setiap pelajaran pak botol semua siswa telah dipengaruhi oleh Cetar dan Membahana yang malas untuk mendengarkan penjelasan dari Pak Botol yang tidak ada ketertarikannya sama sekali.
“gimana kalo kita beri gelar kepada bapak ini dengan julukan jubir” kata Cetar sambil tertawa, “oke” dengan lantangnya Membahana menjawab.
Pak Botol ini pun diberi gelar dengan Cetar dan Membahana yaitu gelar jubir, karena menurut mereka Pak Botol sangat kuat berbicara selama 2 jam, tanpa henti.
Setiap Pak Botol membelakangi Cetar dan Membahana, 2 sahabat ini melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dicontoh, seperti joget cesar, melempar kertas, hal-hal itu pun ternyata membuat siswa lainnya terpangaruhi dan mengikuti dengan karya berbeda-beda.
Kali ini Cetar dan Membahana mempunyai ide, setiap ada pelajaran Pak Botol mereka harus bergantian untuk membeli permen atau jajan, untuk dimakan saat pelajaran Pak Botol agar tidak bosan. Ide mereka ternyata didukung oleh teman-teman lainnya. Waktu yang ditunggu-tunggu oleh mereka, saat Pak Botol menjelaskan dan membelakangi siswa hampir semua siswa makan di dalam kelas tanpa harus ketahuan oleh Pak Botol, dengan cara yang sangat menarik contohnya cetar yang menguap lalu menutup dengan tangannya dan di dalam tangannya itu sudah disiapkan permen, lalu diemutnya hingga habis.
Hal Ini Pun Sampai Sekarang Masih Terjadi Dan Terlaksanakan!
Cerpen Karangan: Arief Gilang

KEPASTIAN

Mengenal cinta tidaklah mudah, apalagi memahaminya. Sangat sulit sekali. Di masa depan, di mana tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada kemudian hari. Semua hal yang penuh dengan resiko, memulai hal kecil dengan hal besar dan memulai hal besar melalui hal kecil. Menyelesaikan hal dengan sepenuhnya tanpa ada yang diperhatikan tetapi, di sisi lain itu sangat merepotkan.
Cinta itu hitam dan putih. Ada gelap dan terang, ada yang pergi dan yang datang. Cinta juga abstrak, hitam putihnya tidak pernah diketahui secara jelas. Aneh, tidak pernah tahu apa yang dimaksud, tak juga ingin tahu apa yang diinginkan. Cinta, perasaan yang terkadang menyiksa tetapi ditampakkan dengan kelembutan. Seiring berjalannya waktu terkadang cinta itu dapat membuat setiap yang merasakan menjadi suatu hal yang berbeda dari dirinya. Terkadang pula cinta dapat membuat orang menjadi merasa bodoh.
Kenangan itu kembali muncul dan teringat hanya karena kotak kecil yang berisi sejuta kenangannya dan kekasihnya di masa SMA dulu. Karena kotak itu pula kekasihnya dulu yang sekarang menjadi mantan kekasinya itu kembali datang kepadanya. Karena kotak kecil itu pula mereka dipertemukan kembali dari setahun mereka tidak pernah bertemu. Walaupun pertemuan mereka hanyalah untuk mengembalikan kotak kenangan itu dan kembali membuat bara api yang dinyalakan gadis tersebut padanya. Tetapi dalam kemarahan pun gadis tersebut tetaplah yang terindah di mata dia.
“Iya haloo,” seru gadis tersebut kepada seseorang di sebrang telfonnya.
“Aduh, kenapa sih kamu tidak bisa lagi, aku kan mau mengantarkan undangannya sama kamu, nanti juga ada pemilihan dekorasi gedung,” seru gadis tersebut dengan nada kesal.
Tiba tiba ada yang menyemprot air di baju gadis tersebut, sehingga dia pun terkejut dan tidak sengaja hpnya terpental dan jatuh.
“Dev, apa-apaan sih kamu, kurang kerjaan banget kamu kira aku ini mobil kotor kamu yang kamu cuci,” makinya pada cowok di hadapannya.
“Maaf, tadi memang sengaja, habis kamu cemberut saja dari tadi,” kata cowok yang bernama Dev Anand tersebut.
“Jadi jatuh ini handphoneku,” kata gadis tersebut sambil mengambil ponselnya dan melanjutkan obrolanya dengan seseorang di sebrang ponselnya dan sedikit berjalan menjauh.
“Bagaimana? Ada apa lagi kamu? Kapan dong, kita bisa bertemu? aduh mati lagi,” kata gadis dengan wajah cemberut.
Gadis itu pun kembali menghampiri Dev Anand di sebelah mobilnya yang dicuci.
“Lihat ini, bajuku basah kan kapan sih kamu berhenti bikin aku kesel terus?” makinya kepada Dev.
“Maaf Rhea, aku kan sudah minta maaf tadi, ayo masuk dulu,” sahut Dev meminta maaf dan mempersilahkan gadis bernama Rhea tersebut ke dalam rumanya. Mereka pun duduk di ruang tamu.
“Eh ini kan gantungan kunci yang kamu buat untuk aku dulu. Bagus banget loh, di Malioboro pun pasti tidak ada yang jualan begini,” kata Dev sambil mengambil gantungan kunci yang di kotak kenangan itu. Gantungan tersebut berbentuk hati berwarna coklak terukir lambang D&R.
Rhea hanya menatapnya kosong dan Dev terus memegang gantungan kunci tersebut.
“Mungkin karena buatnya dengan cinta kali ya,” sahut Dev kembali. “Udah deh, aku ini udah mau memulai hidup baru dan itu bukan sama kamu. Jangan ungkit-ungkit masa lalu kenapa sih. Susah ya, Dev sekarang aku mau konsisten sama…”
Rhea terus saja berbicara tanpa sedikitpun memandang ke arah Dev. Dev hanya memandang seikat undangan berwarna biru yang ada di samping tas Rhea. Di halaman utama undangan tersebut bertuliskan lambang J and R. sedikit terlihat raut kekecewaan di wajah Dev tapi, sesaat dia juga melihat ke arah Rhea yang terus berbicara Dev pun kembali memperlihatkan senyumnya sembari berkata
“Rhea, kalau bicara lihat orangnya dong, dari tadi bicara terus tapi tidak lihat aku, lihatnya ke depan saja,” tatap Dev pada Rhea penuh arti. Rhea pun salah tingkah dan sedikit melirik memperlihatkan wajah kesal pada Dev.
“Huh, lihat ini aku kan tidak bisa melanjutkan tujuanku,” kata Rhea merapikan bajunya sekaligus mengalihkan pembicaraan.
“Iya sebentar,” sahut Dev kembali ke dalam rumah untuk mengambil baju dan secangkir teh hangat untuk Rhea. Sebelum Dev benar-benar ke belakang dia sempatkan melihat dari samping dinding Rhea tidak lagi merapikan bajunya melainkan mengambil foto yang ada di kotak kenangan di meja. Rhea sejenak menatap foto tersebut dan menggoreskan senyuman. Dev yang melihatnya juga mengikuti alur senyum Rhea.
“Nih, diminum dulu sama pakek saja dulu gih kaosku di belakang,” sahut Dev dari belakang dan menaruh segelas teh di meja.
“Kamu tidak bisa begini terus sama aku Dev, acara itu penting sekali untuk aku, kamu lihat ini, cetak undangan yang bagus itu tidak mudah, ini saja sudah dicetak sampai berulang kali baru menemukan yang cocok seperti ini,” sentak Rhea mengambil undangan di meja dan mengeluarkan undangan lagi di tasnya.
“Belum lagi sewa gedung, aku rela bayar mahal untuk mendapatkan gedung yang pas dan cocok untuk keluargaku apalagi aku suka banget sama desainnya tidak ada yang peduli, cuma aku saja yang mengurusi semuanya,” kata Rhea kembali dengan tatap mata ke depan, Dev hanya bisa menatapnya heran dengan perkataan tiada yang peduli tadi.
“Belum lagi pelaminan, makanan dan minuman aku ikutin ke arah dapurnya supaya aku bisa tahu rasanya konstan apa tidak. Satu lagi, baju. Iya kamu harus lihat ya, gaun yang aku gunakan nanti adalah gaun yang paling indah yang pernah dijahit orang untuk aku. Bikin pernikahan yang sempurna itu tidak gampang Dev dan kamu, semestinya kamu hanya jadi masa lalu,” celotehan Rhea pun diakhiri. Keduanya pun terdiam.
“Ya sudah, aku harus bagaimana? Gimana caranya aku menunjukan kalau aku peduli sama kamu?” sahut Dev dengan nada rendah.
“Oke, kamu ikut aku sekarang untuk mengantarkan undangan-undangan ini, biar kamu mengerti kalau semua sms kamu, itu menggangu hubunganku dengan Jai,” kata Rhea sambil membereskan undangan yang berserakan di meja dengan sedikit kasar.
Mereka pun mengarungi kota Jogja dan mencari seluruh alamat yang bertuliskan di undangan. Mereka menjelajahi dengan mobil fiat biru milik Dev Anand, karena baju Rhea tadi basah dengan sedikit risih Rhea pun mengenakan kaos warna biru milik Dev. Dengan percaya diri Dev terus melaju tanpa bertanya alamat yang tertera di undangan padahal mereka sudah berputar-putar di satu tempat sampai tiga kali.
“Cowok itu ya dimana-mana sama saja, sukanya menggampangkan masalah, tidak ada satu pun yang beres,” sahut Rhea dengan tatapan sinis.
“Ya kalau memang gampang ya digampangin saja lah, buat apa dibuat susah,” kata Dev dan Rhea hanya mengabaikan pernyataannya dan Rhea turun dari mobil untuk bertanya kepada tukang ojek di depan. Dev berniat mencegah tapi Rhea keburu sudah turun dari mobil.
Mereka terus saja mengantarkan undangan, terkadang dalam perjalanan penuh dengan perdebatan dengan masa lalu mereka. Saat Rhea marah sepertinya Dev dapat menetralisir masalah. Mungkin mereka itu bagaikan tali yang saling berkaitan yang terkadang belum bisa terkait karena tali yang digunakan terlalu kecil tetapi, di antara tali tersebut memiliki kekuatan sehingga saling menguatkan di antara kaitan tersebut.
Segera mereka pun menuju alamat selanjutnya. Alamat rumah yang akan dihampiri mereka untuk mengantarkan undangan adalah rumah Maya, yaitu mantan kekasih Jai yang kebetulan mantan yang katanya paling cantik, paling pintar dan yang lain sebagainya. Dengan keberanian dan bisa dibilang naik darah Rhea melangkahkan kakinya di rumah besar tersebut. Rhea berhadapan langsung dengan Maya lalu mengulurkan undangan di tanganya. Maya menyambutnya dan sedikit bercerita kalau dia dan Jai masih sering komunikasi, terbukti dari ucapan Maya yang mengetahui proyek baru yang dikerjakan Jai sehingga Jai sangat sibuk akhir-akhir ini.
Rhea tak menunjukkan kekesalan hatinya tetapi Rhea langsung pergi dengan alasan masih banyak undangan yang harus diantarnya. Sedikit disinggung oleh Maya tentang kaos yang ia gunakan tetapi Rhea hanya menunjukan senyumnya dan segera berpamitan.
Rhea menunjukkan kecemburuannya di mobil Dev dan lagi-lagi Dev yang dimarahi Rhea, lagi-lagi Dev yang disalahkan Rhea. Rhea tidak mau pernikahanya berantakan karena ulah nenek sihir mantan kekasih Jai tersebut dan Dev masa lalunya. Rhea ingin pernikahanya berjalan dengan lancar. Dengan sedikit pamer dia menunjukan undangan pernikahanya pada Dev dan mengatakan padanya bahwa pernikahnya kurang 10 hari lagi dan tidak mau diganggu Dev.
Tetapi Dev menyangkal dan melihat undangan tersebut bahwa dalam undangan tersebut pernikahan Jai dan Rhea masih kurang 12 hari lagi. Dengan penuh heran Rhea pun melihat dengan seksama undangan tersebut, ternyata benar Jai belum membenarkan undangan tersebut dengan mengganti tanggal yang salah dengan tanggal yang benar. Semakin malu dan bingung saja Rhea. Namun Dev dapat mengatasi hal tersebut dengan meminta bantuan kepada temanya dan membuat Rhea kembali tersenyum lega.
Setiap perjalanan menuju suatu tempat Dev memutar lagu kesukaan mereka di kala SMA dan dapat dibilang sampai sekarang jadi lagu kesukaan mereka. Menjelang sore hari sekitar pukul 13:30 Dev pun berhenti sejenak untuk membeli minuman. Ringtone hp Dev pun berbunyi, rupanya teman Dev menagih perjanjian penjualan mobil, tapi tanpa sepengetahuan Rhea, Dev pun membatalkan perjanjiannya kerena bagi Dev ini adalah hari yang penting dan jauh lebih penting untuk Dev.
“Dev, lama banget sih, jangan ulur-ulur waktu kenapa,” teriak Rhea dalam mobil.
“iya iya,” jawab Dev dari kejauhan dan menghampiri Rhea di dalam mobil.
Tiba-tiba Handphone Rhea berbunyi
“Halo, Rhea maaf ya hari ini kita tidak bisa bertemu,” kata Jai di kantornya.
“Tapi nanti kan ada…” jawaban Rhea belum selesai.
“Kamu saja deh yang urus,” sahut Jai.
“Tadi katanya bisa sebentar, sebentar saja,” mohon Rhea.
“Mendadak aku ada meeting di semarang, jadwalku berantakan dan bosku marah, sudah ya nanti aku hubungi lagi,” sahut Jai kembali.
“Tapi Jai, tut, tut, tut,” Rhea pun hanya berputar-putar di tempat dengan wajah kesal sekaligus penuh dengan kebingungan.
Ringtone Rhea pun kembali berbunyi.
“Halo Jai,”
“Maaf Mbak, ini dari Suang Gown Collections jadi fitting baju hari ini kan, sudah tiga kali dibatalkan loh.”
“Aduh, iya iya terimakasih sudah diingatkan ya,” jawab Rhea dengan bingungnya.
Telihat raut wajah Rhea penuh dengan kekecewaan yang mendalam dan kepanikan yang luar biasa. Dia hanya dapat berputar-putar di satu tempat sepertinya Rhea mengalami tekanan batin yang mendalam. Dev hanya bisa melihatnya di dalam mobil. Rhea pun mencoba menghubungiku dan aku hanya bisa mengingatkan dia yang berkata siap menghadapi resiko atas kesibukan Jai calon suaminya.
“Sudahlah, kamu cari siapa gitu, yang badannya setara sama Jai buat gantikan mencoba bajunya,” kataku meyakinkan.
Rhea pun mengalihkan pandangannya pada Dev, dan menutup percakapannya denganku. Rhea pun melemparkan senyum pada Dev.
Sesampainya di Suang Gown Collections Dev langsung mencoba baju yang akan digunakan Jai di pernikahan Rhea, gadis yang dicintai semenjak mereka masih bersama saat SMA sampai lulus kuliah dan harus bertemu dan dekat kembali saat 10 hari sebelum pernikahan Rhea, perasaan Dev belum bisa berubah sampai saat ini.
Dev pun berjalan mendekati Rhea yang juga memakai gaun pengantin yang akan ia gunakan. Dengan pandangan kosong Dev berjalan dan terlihat di depan cermin, Rhea pun merapikan baju yang dikenakan Dev, mencocokan dengan gaun yang dia gunakan, melihat sisi kanan dan kiri dan saling pandang lalu menunduk kembali.
Mereka pun kembali menjelajahi alamat, melihat-lihat undangan dan mecari alamat kembali. Dalam perjalanan saat ini Rhea terlihat sangat murung dan tak berbicara sama sekali. Ketika malam hari Dev mengajak Rhea ke warung masakan padang dan menikmati sate khas padang. Di sela-sela mereka makan Dev memberikan sedikit candaaan dan nostalgia lucu seputar kota Jogja dan masa lalu, sehingga Rhea seperti melupakan kepenatan yang dia lalui di hari tersebut.
Setelah mereka menikmati makan malam mereka pun kembali ke mobil sambil membawa lampion pemberian Dev untuk Rhea di mana dulu Dev pernah berjanji membuatkan Rhea lampion dengan lirik lagu kesukaannya.
Ternyata dari tadi Handphone Rhea tertinggal di dalam mobil. Ada 15 miscall dan 20 sms dari Jai. Tiba-tiba Jai menelfon kembali, perdebatan antara Jai dan Rhea pun terjadi. Jai marah besar karena dari tadi telfonnya tidak diangkat, Jai sangat mengkhawatirkan Rhea, terlebih saat Rhea bilang bahwa sekarang Rhea pergi bersama Dev. Jai dan Rhea pun saling menyalahkan tak ada yang bisa menghentikan perdebatan mereka di Handphone. Dev hanya terdiam di belakang mobil dan terkadang melihat Rhea marah-marah dan melampiaskan semua yang dia lakukan di hari-hari sebelum pernikahanya pada Jai. Jai tetap membenarkan dirinya dengan nada tinggi.
“Dan ternyata aku juga yang salah, berharap sama kamu yang ternyata buat kamu itu tidak penting, apa jangan-jangan ini semua memang salah ya Jai,” terdengar perkataan Rhea disertai menutup komunikasinya dengan Jai dan Rhea pun masuk ke dalam mobil. Air matanya meleleh dan isak tangis pun terdengar di telinga Dev, Dev pun segera membuka pintu mobilnya dan menyeka air mata Rhea. Mencoba menenangkanya.
Rhea bertanya-tanya mengapa sms, kotak, miscall dan semua yang dilakukan Dev padanya baru sekarang dia perlihatkan kembali. Dev pun dengan seksama menceritakan kebodohannya di tahun kemarin yang membiarkan Rhea jatuh di hati orang lain. Setahun setelah mereka putus memang mereka tidak pernah berkomunikasi kembali, mereka putus kerena hal kecil yang dilakukan Dev yaitu tidak datang di acara penting keluarga Rhea. Dev menceritakan hal yang sebenarnya terjadi tetapi Rhea tidak percaya pada Dev, mungkin kerena kekecewaan Rhea pada Dev tapi Rhea memilih untuk tetap tidak percaya pada Dev.
Padahal satu minggu ke depan mereka 10 tahun anniversary, Dev mempersiapkan semua perayaan tersebut tetapi Rhea tidak datang, sampai cafe itu tutup Rhea tetap tidak datang. Dan tiga hari setelah itu Rhea menyuruhku untuk menyampaikan pada Dev bahwa Rhea ingin putus. Dev tidak menyangka 10 tahun kebersamaan mereka, Rhea menyuruh orang lain untuk menyatakan putus. Dev sangat marah pada Rhea waktu itu padahal Dev sudah berusaha untuk menjadi apa yang Rhea inginkan dan di saat yang sama Dev juga merasa itu semua sepertinya tidak cukup untuk Rhea.
Dev menyadari kebodohanya mendiamkan Rhea karena Dev inginnya bisa melupakan Rhea tetapi ternyata tidak bisa jadi saat ini Rhea akan jadi milik orang lain. Rhea hanya tertunduk tak berarti ketika Dev menjelaskan semuanya. Mereka bertatapan penuh arti di malam yang sunyi bersama semilir angin.
Malam itu seperti malam yang indah untuk Rhea dan Dev mereka menghabiskan waktu bersama. Di sisi lain Jai sangat bingung mencari keberadaan Rhea, menghubungiku dengan nada tinggi dan aku hanya merendah tak bisa berkata. Sepertinya Jai berkeliling-keliling Jojga tetapi tidak bertemu dengan Rhea. Aku mencoba menelfon Rhea dan berkata semua yang terjadi saat ini, ibunya khawatir sekali denganya, Jai mencari-cari dia, kakaknya sudah mengetahui kalau dia jalan dengan Dev Anand, mantan kekasihnya.
Setelah mengabiskan malam di pasar malam bersama Dev, Rhea pun diajak Dev untuk ke rumah teman Dev. Di dalam perjalanan mereka Dev masih terlihat seperti dulu dia tidak pernah berubah kata-katanya membuat Rhea terus memandangnya dengan heran. Ada yang belum terungkap dari diri Rhea saat itu dan Dev, dia terus melontarkan kebahagiaannya saat ini yang dapat menaklukan hati Rhea kembali. Sehingga tak dapat melihat hal yang belum terungkap di mata Rhea. Saat tiba di rumah teman Dev, Dev mengatakan bahwa dia akan mengajak Rhea ke Lombok naik mobil untuk bersenang-senang.
Rhea terus saja diam saat Dev mengatakan hal tersebut dengan tertawa penuh kebahagiaan. Saat Dev masuk ke dalam rumah temannya, Rhea terlihat bingung dan mengambil undangan di tasnya. Kemudian Rhea melihat di sampul undangan tersebut bertuliskan kepada Dev Anand dan Rhea membuka sampul undangan tersebut lalu ia baca. Pernikahan Jai Ariansyah putra dengan Rhea Anindya, meneteslah air mata Rhea saat itu.
Rhea pun mengambil bulpoint dan mengganti tanggal yang salah. Saat Dev kembali ke mobil, Rhea menyambutnya dengan senyuman dan terlihat matanya yang merah karena menangis. Rhea pun mengatakan bahwa sebenarnya dari tadi Rhea ke Dev itu untuk mengantarkan undangan pernikahannya. Dev menyangkal ucapanya bahwa Rhea akan menikah dengan Dev. Wajah Rhea pun sangat ragu.
“Kapan?” tanya Rhea pada Dev.
“Ya, nanti lah Rhea, kita harus bereskan pernikahan kamu yang membuat kamu kacau,” jawab Dev meyakinkan.
“Dev, sama kamu itu selalu saja, liat saja nanti. Selalu saja ada yang lebih seru dari pada yang lebih penting,” kata Rhea menggenggam tangan Dev.
“Rhea, aku bukan Dev yang dulu. Aku sudah berubah Rhea,” jawab Dev lagi-lagi dengan wajah yang meyakinkan.
“Kamu itu sama seperti keadaan kota Dev, gampang sekali berubah. Dan kamu, berubah tapi sebenarnya tidak pernah berubah,” kata-kata Rhea membuat Dev mengerutkan keningnya dan menaruh tangannya di dahi.
“Ini bukti bahwa kamu tidak bisa menikah sama Jai, tanggal di undangan ini saja salah,” sahut Dev dengan nada tingi dan menunjuk ke undangan yang di serahkan Rhea.
“Coba sekarang kamu lihat, ternyata aku bukan cuma ingin menikah sama Jai tapi aku juga butuh Jai. Sama Jai aku bisa tahu apa yang aku butuhkan, bukan sekedar ingin,” kata Rhea pada Dev. Dev pun langsung membuka pintu mobil dengan keras dan menutupnya dengan keras pula. Rhea pun kaget dan masih menunjukan senyumnya untuk menenangkan hatinya.
“Kamu tadi sudah memilih Rhea, tapi mengapa sekarang kamu mundur begitu saja. Apa maksud kamu,” kata Dev dengan nada tinggi. Rhea pun ikut keluar dan berkata kepada Dev.
“Dev,” dengan halus dan tetes air mata.
“Ya sudah, aku antarkan kamu pulang,” jawab Dev dengan menunduk dan pelan-pelan menatap Rhea dengan mata berkaca-kaca.
“Tidak usah Dev, aku ingin kita benar-benar selesai sekarang, tadi pagi aku datang sendiri dan sekarang aku harus pulang sendiri,” kata Rhea dengan menatap Dev dan air mata yang tak bisa ia bendung.
Di sisi lain, Jai begitu menyesali perbuatannya, menyesali apa yang dia lakukan di belakang Rhea. Jai pun menghapus kontak Maya di Handphonenya.
Rhea pun pulang naik taksi namun, Rhea tahu siapa Dev, Dev mengikutinya dari belakang dengan mobilnya. Taksi Rhea pun berhenti, Dev pun turun dari mobil menghampiri Rhea di tepi jalan.
“Sepuluh hari lagi ya?” kata Dev pada Rhea dengan tangan berada di saku celana.
“Kamu datang ya, terimakasih atas semuanya, aku tetap mencintaimu sebagai seorang sahabat Dev, ” kata Rhea menggengam tangan Dev dengan air mata.
“Ini kaos buat kamu ya, disimpan baik-baik ini kan…” kata Dev belum selesai berbicara.
“Iya aku tahu, ini kaos kesukaan kamu,” kata Rhea. Dev pun mulai berjalan meninggalkan Rhea menuju mobilnya dengan langkah penuh kekecewaan dan kesedihan.
“Oh iya Rhea, tadi aku bohong sama kamu, justru lebih cantik kamu dari pada Maya, Jai pasti tahu itu, aku akan datang di hari kebahagian kamu,” kata Dev membuat Rhea tersenyum walau air matanya tetap mengalir.
Mobil Dev pun tak terlihat lagi oleh Rhea, Rhea pun berjalan menuju rumahnya. Di depan rumah Rhea, Jai telah menunggu sambil duduk. Jai meminta maaf pada Rhea, Jai mengaku bahwa dia yang egois selama ini, dia tidak memikirkan keadaan Rhea. Jai sudah menerima apapun yang tidak sesuai nanti saat pernikahan, yang penting Jai tetap menikahi Rhea. Jai pun siap jika Rhea sudah memilih. Dengan kerendahan hatinya Jai akan menanggung semua kekacauan. Tetapi Rhea meluruskan ucapanya, Rhea memilih untuk tetap menikah dengan Jai. Mungkin cinta Dev di hari itu adalah sebuah obsesi semata yang membuat hatinya belum juga terbuka untuk menunjukan kepastian pada suatu hubungan. Mungkin cara Jai menunjukan cintanya pada Rhea belum dapat dimengerti Rhea. Mengarungi samudra mahligai cinta suci penuh gelombang silih berganti, semua adalah ujian penguat cinta. Masih banyak waktu untuk menunjukan cinta, tapi sedikit waktu untuk mempercayai sebuah kepastian dalam hubungan.
Cerpen Karangan: Afiyah Nurisnaini

Rabu, 11 Februari 2015

Pentas Teater Mendiang Republik : Sarkasme Indonesia dan Kemerdekaan

Pentas Teater Mendiang Republik : Sarkasme Indonesia dan Kemerdekaan

Pentas ini berkisah tentang Indonesia dan riwayatnya. Sedari dimulainya penjajahan, usaha mempertahankan hingga sampai pada keadaan kemerdekaan semu yang melenakan.
Diselenggarakan oleh Teater Majalah EPIK di Teater Tertutup, Taman Kebudayaan Jawa Barat Dago Tea House pada Minggu (27/5), Mendiang Republik banyak menghipnotis penonton dengan lakon, visualisasi dan audio yang memikat. “sampai merinding melihatnya, bisa menyadarkan saya tentang arti kata ‘Merdeka’,” ungkap Dahayu, Pelajar SMA yang ikut menyaksikan pertunjukan ini.
Lakon dimulai dari Nyanyian dan Tarian wanita yang melambangkan Ibu Pertiwi bergaun putih panjang terseret. Sementara dibawahnya anak muda dengan segala ekspresinya mengumandangkan sumpah pemuda.
Sementara, Republik Indonesia sendiri dilambangkan sebagai orang tua yang sebentar lagi akan wafat. Republik Indonesia dalam perlambangan tersebut merasa pilu melihat penduduknya yang terus memujanya dalam balutan konflik sosial, individualisme dan kenikmatan yang dikesankan semu karena leher mereka terpasung tali. Seorang pemuda yang sadar akan keadaan tersebut kerap bertanya, “Apa ini arti merdeka?.”
Tidak hanya lakon peran manusia, pentas Mendiang Republik juga menampilkan video—sebagai kesatuan pentas—ilustrasi untuk memperkuat peresapan wacana. Video tersebut menampilkan tubuh koma yang dibawa dalam Ambulans yang tidak kunjung sampai di rumah sakit.
Lakon diakhiri dengan tangisan Ibu Pertiwi yang membawa jasad sang Republik ke haribaan. Sebelumnya dikisahkan bahwa matinya sang Republik adalah karena kekolotannya. Republik tidak mengindahkan nasihat seorang perawat hingga ajal mejemputnya. Bahkan di akhir sanggahannya, republik hanya berkata,”Saya ini cuma kurang satu hal : cinta,” ujarnya.
Teks : Robbi Irfani Maqoma